Minggu, 11 Januari 2009

Waspadai Gigitan Nyamuk Pembawa Penyakit

. Minggu, 11 Januari 2009
/show.js">

Korban penyakit-penyakit yang diakibatkan nyamuk vektor terus bertambah. Nah, masyarakat perlu mengetahui berbagai penyakit yang disebabkan nyamuk, pencegahan dan pengobatannya. Nah, berikut Kang Adek sajikan beberapa informasinya


Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue (DBD) atau dengue haemorrhagic fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan virus dengue famili Flaviviridae dengan genusnya adalah flavivirus. Virus ini dibawa vektor nyamuk aedes aegypti. Penularan dari satu orang kepada orang lain terjadi melaui gigitan nyamuk vektor yang membawa virus tersebut.

Gejala klinis virus dengue pada manusia sangat bervariasi. Bisa hanya demam ringan yang tidak spesifik, demam dengue, demam berdarah dengue, hingga yang paling berat, yaitu dengue shock syndrome (DSS).

Perdarahan bisa terjadi pada kulit atau pada gusi dan cenderung terjadinya shock dengan masa inkubasi dengue antara 5 dan 8 hari. Bisa juga sampai 15 hari. Perdarahan biasanya muncul pada hari ke tiga hingga enam sejak demam terjadi. Pendarahan berupa bercak-bercak pada kulit lengan dan kaki akan menjalar ke seluruh tubuh. Perdarahan ini tidak hanya terjadi pada kulit, tapi dapat juga terjadi di organ dalam. Misalnya, pendarahan pada usus yang menyebabkan feses atau kotoran dapat berwarna hitam karena perdarahan dalam. Hati atau lever umumnya sedikit membengkak sehingga penderita akan nyeri pada perut kanan atas.

Bila daya tahan tubuh penderita lemah dan keadaan tidak membaik, penyakit bisa menjadi lebih buruk. Ditandai dengan adanya shock disertai keringat dingin, biru pada ujung jari tangan dan kaki. Serta kesadaran akan turun. Shock biasanya terjadi pada saat penderita mengalami demam tinggi, atau saat turun panas di hari ketiga dan hari ketujuh. Secara laboratoris melalui uji darah penderita, jumlah trombosit kurang dari 100 ribu/ml, dan terjadi hemokonsentrasi, yaitu kenaikan Ht di atas 20%.

Berdasar pada tingkat keparahannya, WHO membagi DBD menjadi empat stadium, yaitu stadium I ditandai dengan demam disertai gejala-gejala umum yang tidak khas. Pendarahan spontan dapat diketahu melalui uji tourniquet yang dinyatakan positif.

Stadium II berupa demam yang disertai perdarahan kulit spontan. Bisa dilihat dengan timbulnya bintik merah pada lengan dan kaki.

Pada stadium III penderita bisa mengalami kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (kurang dari 20 mmHg). Kulit dingin, lembap, serta penderita selalu gelisah.

Pada stadium IV, penderita mengalam shock berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur. Pada kondisi ini pasien sulit ditolong, bergantung pada daya tahan tubuh si pasein. DBD stadium IV ini dikenal dengan dengue shock syndrome (DSS).

Pertolongan pertama kepada penderita DBD ditujukan untuk mengatasi perdarahan dan mencegah keadaan shock. Untuk itu, penderita harus banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus.

Apabila kondisi penderita lemah dan tidak ada perbaikan, segera dirawat di rumah sakit. Untuk menghindari penyakit DBD ini hidari gigitan nyamuk di siang hari (pagi sampai sore) karena nyamuk aedes aegypti aktif di siang hari (bukan malam hari).

Hindari berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD-nya. Awasi lingkungan di dalam rumah dan di halaman rumah. Buang atau timbun benda-benda tidak berguna yang menampung air atau simpan sedemikian rupa sehingga tidak menampung air.

Taburkan serbuk abate (yang dapat dibeli di apotik) pada bak mandi dan tempat penampung air. Juga pada parit atau selokan di sekitar rumah, terutama bila airnya tergenang. Isilah kolam atau akuarium dengan ikan pemakan jentik nyamuk. Semprotlah bagian-bagian rumah dan halaman tempat berkeliarannya nyamuk.

Malaria

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera, hewan melata, dan hewan pengerat, yang disebabkan infeksi protozoa dari genus Plasmodium.. Gejalanya mudah dikenali, yaitu meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.

Penyakit malaria memiliki empat jenis, masing-masing disebabkan spesies parasit yang berbeda. Gejala setiap jenis biasanya berupa meriang, panas dingin menggigil, dan keringat dingin. Dalam beberapa kasus yang tidak disertai pengobatan, gejala-gejala ini muncul kembali secara periodik.

Jenis malaria paling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama dua pekan setelah infeksi).

Selanjutnya, malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian.

Ketiga, malaria kuartana yang disebabkan Plasmodium malariae. Memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika. Gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 dan 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut kemudian akan terulang setiap tiga hari.

Jenis keempat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan Plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana.

Pada masa inkubasi malaria, protozoa tumbuh didalam sel hati. Beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sehingga menyebabkan demam.

Beberapa penyakit komplikasi yang disebabkan malaria, antara lain malaria cerebral, berupa penurunan kesadaran bahkan sampai koma. Anemia berat (kurang darah). Edema paru-paru, terjadi bintik putih pada paru-paru. Gagal ginjal akut dan gangguan pembekuan darah (coagulopathy).

Untuk pengobatan bisa diberikan obar tradisional, yaitu kina. Sedangkan obat generik yang dijual di pasaran adalah Klorokuin. Banyak digunakan karena murah, tersedia secara luas, dan relatif aman untuk anak-anak, ibu hamil maupun ibu menyusui.

Pada dosis pencegahan obat ini aman digunakan untuk jangka waktu 2--3 tahun. Efek sampingnya berupa gangguan GI tract seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Efek samping ini dapat dikurangi dengan meminum obat sesudah makan.

Untuk mencegah gigitan nyamuk sebaiknya memakai kelambu pada waktu tidur. Obat pengusir nyamuk bentuk repellant yang mengandung DEET sebaiknya tidak digunakan anak berumur <>

Bagi pendatang sementara Klorokuin diminum 1 pekan sebelum tiba di daerah malaria, selama berada di daerah malaria dan dilanjutkan selama empat pekan setelah meninggalkan daerah malaria. Bagi penduduk setempat dan pendatang yang akan menetap pemakaian Klorokuin sepekan sekali sampai lebih dari enam tahun dapat dilakukan tanpa efek samping.

Bila transmisi di daerah tersebut hebat sekali atau selama musim penularan, obat diminum dua kali sepekan. Penggunaan dua kali sepekan dianjurkan hanya untuk 3--6 bulan. Untuk pencegahan pada anak diberikan Klorokuin: 5 mg/KgBB/pekan. Dalam bentuk sediaan tablet rasanya pahit sehingga sebaiknya dicampur dengan makanan atau minuman, dapat juga dipilih yang berbentuk suspensi.

Kaki Gajah

Waspadalah bila tiba-tiba kaki Anda membesar. Mungkin saja virus penyebab penyakit filariasis atau dikenal dengan kaki gajah, mulai menghinggap.

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan cacing yang ditularkan berbagai jenis nyamuk. Cacing jenis Wuchereria bancrofti yang paling sering ditemukan di negeri tropis seperti Indonesia. Kemudian ada jenis lain bernama Brugia malayi yang sering ditemukan di berbagai kawasan Asia Tenggara. Dan yang terakhir jenis Brugia timori yang banyak ditemukan di daerah Kepulauan Sunda Kecil di timur Bali.

Penyakit kaki gajah bersifat menahun (kronis). Apabila tidak mendapat pengobat sesegera mungkin, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja optimal bahkan hidupnya bergantung pada orang lain.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria.

Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir.

Apabila pasien menderita filariasis akut akan terlihat gejala klinis berupa demam berulang-ulang selama 3--5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis). Akibat seringnya menderita pembengkakan, kelenjar getah bening dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Terjadi pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

Sedangkan gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Satu-satunya cara pencegahan penyakit kaki gajah ini adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vektor, misalnya, menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur. Menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat antinyamuk.

Atau, memberantas nyamuk dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk. Menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk. Serta membersihkan semak-semak di sekitar rumah.

Pengobatan filariasis secara massal dilakukan di daerah endemis dengan menggunakan obat diethyl carbamazine citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5--10 tahun. Untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan parasetamol. Dosis obat untuk sekali minum adalah DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg (1 tablet)

Silahkan tulis pendapat/komentar Sampeyan mengenai tulisan di atas...

Related Posts by Categories



/show.js">

1 komentar:

Om Lalu mengatakan...

Wah Kang Adek ni paramedis apa parakomputer :D

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Silahkan tuliskan pendapat Sampeyan

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com