Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2009

Gawat, Komet Musnahkan Kehidupan

. Sabtu, 03 Januari 2009
0 komentar

Sudah lama diketahui meteor yang menghempas bumi sebagai penyebab musnahnya dinosaurus pada 65 juta tahun lalu. Tapi penemuan terbaru, komet juga menyebabkan pemusnahan serupa pada 13.000 tahun lalu. Gawat!.


Peneliti memperkirakan ledakan komet di atas permukaan planet membunuh mammoth, harimau bergigi besar serta mamalia besar lainnya di wilayah Amerika Utara.

"Jika Anda berada di Chicago pada saat itu, itu akan menjadi hari yang sangat buruk," kata Allen West, geophysicist yang menulis laporan di journal Science.

Ilmuwan yang dipimpin oleh antropolog Universitas Oregon Douglas Kennett melaporkan adanya ‘peluru asap’. Sebuah komet yang ratusan juta membeku masuk atmosfer bumi dan memusnahkan binatang besar di masa itu.

Bekerja di beberapa wilayah benua Amerika, peneliti menemukan nanodiamond, sebuah partikel mikroskopik yang ditemukan pada komet di lapisan sedimen berumur 13.000 tahun yang disebut "black mat." Di bawah lapisan nanodiamond, terdapat fosil dalam jumlah sangat besar. Tapi setelah lapisan itu tidak ada fosil sama sekali.

"Itu aneh, jutaan binatang hilang dalam waktu yang hampir bersamaan saat lapisan diamond dan karbon muncul di seluruh benua," kata West.

Pada 2007, West dan tim ilmuwan mempublikasikan analisis black mat dari beberapa wilayah yang mengandung metal berat, debu, dan arang yang bisa dihubungkan dengan jatuhnya meteor dan menimbulkan kebakaranSilahkan tulis pendapat/komentar Sampeyan mengenai tulisan di atas...

Read more »»

Kamis, 01 Januari 2009

Morning on Mars

. Kamis, 01 Januari 2009
2 komentar

Bagaimana keadaan pagi di Planet Mars? Berikut Kang Adek sajikan foto tentang keadaan pagi di planet Mars


Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Dawn on Mars

Bagimana indah bukan??
Silahkan tulis pendapat/komentar Sampeyan mengenai tulisan di atas...

Read more »»

Senin, 29 Desember 2008

Ekspresi Wajah Bawaan Lahir

. Senin, 29 Desember 2008
0 komentar

EKSPRESI wajah tak dapat menyembunyikan perasaan dan emosi seseorang. Hal tersebut kelihatannya muncul secara alami tanpa harus dilatih. Berdasarkan penelitiaan teranyar yang dimuat Journal of Personality and Social Psychlogy menunjukkan bahwa ekspresi emosi seseorang ditentukan gen.


Ekspresi wajah seseorang mungkin sudah terbentuk dengan sendirinya dan diturunkan sejak lahir. Faktor meniru atau berlatih tidak terlalu menentukan seperti apa ekspresi seseorang.

Dalam penelitian itu, dibandingkan ekspresi wajah antara orang tuna netar dengan orang yang berpenglihatan normal. Ternyata gerakan otot mukanya relatif sama dan membentuk ekspresi yang serupa.

"Ini menunjukkan bahwa terdapat sifat genetik yang mengatur sumber ekspresi emosi," ujar David Matsumoto, profesor psikologi dari San Fransisco Satte University. Penelitian tersebut menyimpukan bahwa ekspresi wajah tidak ditentukan dari hasil pengamatan.

Bahkan, Matsumoto menemukan baik orang yang berpenglihatan normal maupun penyandang tuna netra sama-sama mengatur ekspresi wajah dengan cara yang sama berdasarkan konteks sosial yang dihadapi. Misalnya ekspresi "senyum sosial" peraih medali perak saat penyerahan medali usai final pertandingan olimpiade.

Senyum yang diperlihatkan peraih perak umumnya hanya mengaktifkan otot mulut. Berbeda dengan senyum bebas (biasa disebut senyum Duchenne) yang juga melibatkan otot sekitar mata dan otot pipi.

"Orang yang kalah menekan bibir bawah ke atas untuk mengendalikan emosinya di wajah," jelas Matsumoto. Tuna netra mustahil memperoleh cara berekspresi seperti itu dari pengamatan yang dilakukan orang lain. Artinya ada faktor genetik yang mengendalikannya. Namun, gen yang mana tentu butuh penelitian lebih lanjut melalui percobaan

Silahkan sampeyan tulis komentar/pendapat Sampeyan mengenai tulisan di atas

Read more »»

Kalender 2008: NASA Mengumumkan Gambar Bumi yang Menggemparkan

.
0 komentar

Situs web NASA Amerika "lookingatearth" mengumumkan sejumlah gambar Bumi yang sangat menggemparkan. Dalam gambar ini di antaranya termasuk foto awan di atas angkasa Laut Caspian, hutan Bolivia, pemandangan alam yang indah landasan es di Wilkin (Wilkins Ice Shelf) Antartika, termasuk juga beberapa landscape buatan manusia yang memiliki keindahan seni.






NASA Looking At Earth

September, sinar matahari di sungai Amazon Brazil. (web NASA)

Menurut laporan CNN, semua gambar resolusi tinggi satelit ini dapat dinikmati secara gratis. Ketika orang-orang sudah bosan dan tidak semestinya memperhatikan pornografi dan topik bintang film yang tiada maknanya, bisa login di web NASA Amerika di lookingaterath web NASA "http://www.nasa.gov/" dengan sudut pandang baru melihat bumi yang indah.

NASA Looking At Earth

Januari, awan di atas angkasa laut Caspian. (web NASA)


NASA Looking At Earth

Februari, Topan debu pasir di pantai Morocco. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Maret, landasan es di Wilkin Antartika. (web NASA)

NASA Looking At Earth

April, Pemandangan malam di Tokyo. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Mei, lahan pertanian di sekitar Khartoum Sudan. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Juni, air sungai Mississippi yang mengalir melalui Gulfport Illinois. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Juli, Badai Bertha. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Agustus, awan bercahaya di lapisan tengah atmosfer Asia Tengah. (web NASA)

NASA Looking At Earth

September, sinar matahari di sungai Amazon Brazil. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Oktober, rawa-rawa yang dirusak di samping garis perbatasan pantai. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Nopember, kebakaran besar di California. (web NASA)

NASA Looking At Earth

Desember, hutan yang hilang di Bolivi. (web NASA)


Read more »»

Minggu, 28 Desember 2008

Mari Mengungsi ke Mars

. Minggu, 28 Desember 2008
0 komentar

Konferensi PBB Mengenai Perubahan Iklim di Poznan, Polandia, berakhir sepekan lalu. Tidak ada perubahan komitmen pengurangan emisi karbon. Pemanasan bumi akibat emisi karbon diprediksi menyebabkan Bumi tak mampu lagi menyangga kehidupan pada akhir abad ini.


Ke mana kita akan mengungsikan kehidupan (terutama manusia) ini? Pencarian ini antara lain yang kemudian menjadi obyek ketika penjelajahan ruang angkasa menjadi semakin ”menjanjikan” sejak pendaratan Neil Armstrong 10 Juli 1967 di permukaan Bulan.

Penjelajahan terus berlanjut bukan hanya ke Bulan, tetapi merambah planet-planet lain dalam galaksi Bimasakti.

Program observasi National Aeronautics and Space Administration (Badan Aeronautika dan Ruang Angkasa Nasional/NASA) Amerika Serikat Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) telah berakhir dan hasilnya dipaparkan dalam jurnal ilmiah Science, Jumat (19/12).

Hasil dari misi penjelajahan MRO yang pertama tersebut telah berhasil menemukan bukti- bukti akan adanya mineral-mineral yang penting untuk mendukung kehidupan. Bukan hanya mineral, bahkan jejak-jejak yang membuktikan adanya air di permukaan Mars juga terekam di beberapa lokasi.

Penemuan akan bukti-bukti tersebut mengindikasikan bahwa pernah ada mikroba—sebagai bentuk awal kehidupan—hidup di Mars ketika planet tersebut kondisinya lebih basah (baca: mengandung air) dibandingkan saat ini. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan MRO tahap kedua yang akan berlangsung selama dua tahun.

Penemuan yang cukup melegakan ini karena ternyata Mars tidaklah ”seganas” yang pernah dipikirkan semula.

Bukti akan adanya air di Mars diketahui saat ditemukan adanya parit-parit yang terbentuk oleh aliran air, kemungkinan berasal dari danau purba.

Bukti akan adanya air juga muncul ketika ada ditemukan jenis-jenis mineral yang hanya bisa terbentuk jika terjadi interaksi dengan unsur air.

Persoalan yang masih ada dan masih harus terus dicari dan dibuktikan adalah seberapa banyak air yang pernah ada di Mars tersebut, dan seberapa besar dukungannya terhadap kehidupan mikroba atau kehidupan yang primitif (metabolismenya sederhana)? Jawabannya mungkin belum akan ditemukan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, bukti-bukti tersebut mengisyaratkan bahwa di Mars pernah ada periode ketika air membentuk tanah liat yang disusul periode kering saat Mars kaya akan unsur garam dan unsur airnya bersifat asam. Kondisi ini amat tidak cocok untuk mendukung kehidupan.

Persoalannya, kondisi di Mars tidaklah serupa antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Oleh karena masih ditemukan sejumlah unsur karbon yang mengindikasikan wilayah itu tidak bersifat asam-unsur asamnya rendah. Karbon amat mudah terurai jika bertemu unsur asam. Unsur karbon juga ditemukan pada batuan meteorit yang berasal dari Mars.

”Kehidupan yang primitif mungkin menyukainya. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, dan tidak terlalu asam. Sebuah tempat yang ’tepat’,” ujar Bethany Ehlmann sarjana dari Brown University di Providence.

Unsur karbon yang telah memberikan harapan tersebut ditemukan MRO di daerah yang disebut Nili Fossae, sekitar 667 kilometer panjang dan berada di tepian Isidis-kolam yang telah kering, dan di dekat batuan yang terekspos di tepi lembah kawah. Jejak serupa ditemukan di Terra Tyrrhena dan Libya Montes.

Sejumlah peneliti memiliki teori yang berbeda-beda tentang terbentuknya karbon. Misalnya, ada yang menyebutkan air tanah (Mars) terangkat ke permukaan melewati batuan yang mengandung olivin di permukaan dan terpapar pada hujan atau danau kecil. Teori tersebut mempertebal keyakinan bahwa di Planet Merah itu pernah ada air di permukaannya.

Berkeliling

Perjalanan MRO berkeliling planet telah membawanya menemukan bukti-bukti bahwa sebagian besar wilayah dataran tinggi di bagian selatan planet yang luas itu dialiri air dengan kondisi lingkungan yang bervariasi pada 4,6 miliar-3,8 miliar tahun yang lalu.

Bukti-bukti itu ditunjukkan dengan penemuan batuan filosilikat yang tersebar meluas di belahan selatan planet. Batuan filosilikat ini mengandung unsur besi, magnesium atau aluminium, mica, dan kaolin.

”Dalam filosilikat, atom-atomnya tertata secara berlapis dan semua memiliki unsur air atau kandungan hidrogen dan oksigen yang membentuk suatu struktur kristal,” tutur anggota tim MRO, Scott Murchie, dari John Hopkins University.

Lapisan batuan yang mengandung kristal air tersebut berada di lapisan batuan vulkanik yang belum terlalu tua. Di bagian kawah, misalnya di Valles Marineris, di belahan selatan planet, terpapar lapisan lempung purba dan berbagai mineral lain.

”Ini seperti sebuah perjalanan ke lapisan batuan di dasar Grand Canyon,” ujar Murchie merujuk pada salah satu fenomena geologis yang terbesar.

Variasi tanah lempung dan berbagai mineral yang ditemukan di Mars tersebut mengindikasikan adanya variasi kondisi lingkungan di Mars.

Di belahan utara Mars ditemukan batuan dengan kandungan berbeda, yaitu sulfat yang mengindikasikan lingkungan yang lebih kurang mendukung kehidupan dibandingkan selatan.

Nah, mungkin suatu hari nanti kita bisa mengungsi ke belahan selatan Mars? Atau... maukah kita menyelamatkan kapal kehidupan kita yang bernama Bumi...?

Read more »»

Mari Mengungsi ke Mars

.
0 komentar

Konferensi PBB Mengenai Perubahan Iklim di Poznan, Polandia, berakhir sepekan lalu. Tidak ada perubahan komitmen pengurangan emisi karbon. Pemanasan bumi akibat emisi karbon diprediksi menyebabkan Bumi tak mampu lagi menyangga kehidupan pada akhir abad ini.


Ke mana kita akan mengungsikan kehidupan (terutama manusia) ini? Pencarian ini antara lain yang kemudian menjadi obyek ketika penjelajahan ruang angkasa menjadi semakin ”menjanjikan” sejak pendaratan Neil Armstrong 10 Juli 1967 di permukaan Bulan.

Penjelajahan terus berlanjut bukan hanya ke Bulan, tetapi merambah planet-planet lain dalam galaksi Bimasakti.

Program observasi National Aeronautics and Space Administration (Badan Aeronautika dan Ruang Angkasa Nasional/NASA) Amerika Serikat Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) telah berakhir dan hasilnya dipaparkan dalam jurnal ilmiah Science, Jumat (19/12).

Hasil dari misi penjelajahan MRO yang pertama tersebut telah berhasil menemukan bukti- bukti akan adanya mineral-mineral yang penting untuk mendukung kehidupan. Bukan hanya mineral, bahkan jejak-jejak yang membuktikan adanya air di permukaan Mars juga terekam di beberapa lokasi.

Penemuan akan bukti-bukti tersebut mengindikasikan bahwa pernah ada mikroba—sebagai bentuk awal kehidupan—hidup di Mars ketika planet tersebut kondisinya lebih basah (baca: mengandung air) dibandingkan saat ini. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan MRO tahap kedua yang akan berlangsung selama dua tahun.

Penemuan yang cukup melegakan ini karena ternyata Mars tidaklah ”seganas” yang pernah dipikirkan semula.

Bukti akan adanya air di Mars diketahui saat ditemukan adanya parit-parit yang terbentuk oleh aliran air, kemungkinan berasal dari danau purba.

Bukti akan adanya air juga muncul ketika ada ditemukan jenis-jenis mineral yang hanya bisa terbentuk jika terjadi interaksi dengan unsur air.

Persoalan yang masih ada dan masih harus terus dicari dan dibuktikan adalah seberapa banyak air yang pernah ada di Mars tersebut, dan seberapa besar dukungannya terhadap kehidupan mikroba atau kehidupan yang primitif (metabolismenya sederhana)? Jawabannya mungkin belum akan ditemukan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, bukti-bukti tersebut mengisyaratkan bahwa di Mars pernah ada periode ketika air membentuk tanah liat yang disusul periode kering saat Mars kaya akan unsur garam dan unsur airnya bersifat asam. Kondisi ini amat tidak cocok untuk mendukung kehidupan.

Persoalannya, kondisi di Mars tidaklah serupa antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Oleh karena masih ditemukan sejumlah unsur karbon yang mengindikasikan wilayah itu tidak bersifat asam-unsur asamnya rendah. Karbon amat mudah terurai jika bertemu unsur asam. Unsur karbon juga ditemukan pada batuan meteorit yang berasal dari Mars.

”Kehidupan yang primitif mungkin menyukainya. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, dan tidak terlalu asam. Sebuah tempat yang ’tepat’,” ujar Bethany Ehlmann sarjana dari Brown University di Providence.

Unsur karbon yang telah memberikan harapan tersebut ditemukan MRO di daerah yang disebut Nili Fossae, sekitar 667 kilometer panjang dan berada di tepian Isidis-kolam yang telah kering, dan di dekat batuan yang terekspos di tepi lembah kawah. Jejak serupa ditemukan di Terra Tyrrhena dan Libya Montes.

Sejumlah peneliti memiliki teori yang berbeda-beda tentang terbentuknya karbon. Misalnya, ada yang menyebutkan air tanah (Mars) terangkat ke permukaan melewati batuan yang mengandung olivin di permukaan dan terpapar pada hujan atau danau kecil. Teori tersebut mempertebal keyakinan bahwa di Planet Merah itu pernah ada air di permukaannya.

Berkeliling

Perjalanan MRO berkeliling planet telah membawanya menemukan bukti-bukti bahwa sebagian besar wilayah dataran tinggi di bagian selatan planet yang luas itu dialiri air dengan kondisi lingkungan yang bervariasi pada 4,6 miliar-3,8 miliar tahun yang lalu.

Bukti-bukti itu ditunjukkan dengan penemuan batuan filosilikat yang tersebar meluas di belahan selatan planet. Batuan filosilikat ini mengandung unsur besi, magnesium atau aluminium, mica, dan kaolin.

”Dalam filosilikat, atom-atomnya tertata secara berlapis dan semua memiliki unsur air atau kandungan hidrogen dan oksigen yang membentuk suatu struktur kristal,” tutur anggota tim MRO, Scott Murchie, dari John Hopkins University.

Lapisan batuan yang mengandung kristal air tersebut berada di lapisan batuan vulkanik yang belum terlalu tua. Di bagian kawah, misalnya di Valles Marineris, di belahan selatan planet, terpapar lapisan lempung purba dan berbagai mineral lain.

”Ini seperti sebuah perjalanan ke lapisan batuan di dasar Grand Canyon,” ujar Murchie merujuk pada salah satu fenomena geologis yang terbesar.

Variasi tanah lempung dan berbagai mineral yang ditemukan di Mars tersebut mengindikasikan adanya variasi kondisi lingkungan di Mars.

Di belahan utara Mars ditemukan batuan dengan kandungan berbeda, yaitu sulfat yang mengindikasikan lingkungan yang lebih kurang mendukung kehidupan dibandingkan selatan.

Nah, mungkin suatu hari nanti kita bisa mengungsi ke belahan selatan Mars? Atau... maukah kita menyelamatkan kapal kehidupan kita yang bernama Bumi...?

Read more »»

Jumat, 26 Desember 2008

Enam Bukti Adanya Alien

. Jumat, 26 Desember 2008
1 komentar

Astronom senior di SETI Institute yang merupakan lembaga resmi AS yang meneliti soal UFO, Seth Shostak menunjukkan enam bukti bahwa alien benar-benar ada.


Keberadaan bintang dalam jumlah besar merupakan bukti adanya kehidupan alien. Shostak mengakui, memang belum ada bukti langsung, mengenai keberadaan kehidupan di luar bumi.

Tapi galaxi memiliki bintang dalam jumlah yang sangat banyak. Dan penelitian selama beberapa dekade terakhir mendapati 90% bintang itu memiliki planet.

Shostak memperkirakan ada 1 miliar planet di galaxi Bimasakti saja. Dan mungkin saja beberapa diantaranya berkembang seperti yang terjadi di bumi. “Jika kita satu-satunya yang ada di galaxi, kita benar-benar sebuah berkah,” katanya.

Keberadaan air di sistem tata surya juga merupakan petunjuk adanya alien. Air merupakan sumber kehidupan utama. Dan air makin banyak ditemukan di sistem tata surya.

Sebagai contoh, cairan ditemukan di Mars dan di bulan. Bahkan Yupiter juga terlihat memiliki lautan. Termasuk Venus juga memiliki sedikit air di atmosfernya.

Kehidupan yang berkembang cepat di bumi sejak terbentuknya juga sebagai indikasi adanya alien. Ilmuwan memperkirakan planet bumi sudah berumur 4,5 miliar tahun. Bukti tertua kehidupan sudah muncul 3,4 miliar tahun, berupa bakteri yang disebut stromatolites di Australia. Karena bakteri merupakan bentuk biologi yang komplek, ilmuwan berpendapat kemunculan bentuk kehidupan bisa lebih awal lagi.

Bukti lain adanya alien adalah bahwa kehidupan dapat bertahan di lingkungan yang esktrem. Hampir di manapun di muka bumi, kita bisa menemukan kehidupan. Di tempat dingin, kegelapan lautan, di pipa-pipa pembangkit listrik panas bumi, terkubur di bawah es di antartika atau di tempat sanagt kering di gurun Atacama terdapat kehidupan.

"Kehidupan dapat beradaptasi dengan berbagi macam keadaan yang ekstrem, dan tentu saja hampir semua galaxi akan dipenuhi habitat yang tangguh,” kata Shostak.

Sebagai contoh, Mars memiliki lingkungan yang keras, tetapi beberapa mikroba yang ditemukan di bumi bisa hidup di planet merah.

Petunjuk lain adanya ET adalah adanya penggilan dari jarak jauh. Ilmuwan masih terus mencari tahu sinyal yang terdeteksi pada 15 Agustus 1977 oleh Big Ear Observatory , Ohio University. "Itu cukup impresif karena menghasilkan tulisan 'Wow!' di layar," kata Shostak.

Penelitian selanjutnya terus dilakukan untuk mendeteksi ulang sinyal itu, tapi gagal. "Apakah itu ET dan kemudian menghilang kita semua tidak tahu," kata Shostak.

Beberapa orang yang mengaku telah bertemu dengan alien juga bisa sebagai petunjuk. Untuk membuktikan ucapannya, saksi mata ini bahkan menunjukkan foto obyek terbang atau bekas pendaratan.

Tapi bukti seperti itu sulit yang masih belum terkontaminasi. Shostak mencontohkan lokasi yang disebut-sebut UFO telah jatuh pada 60 tahun lalu, terus menarik kunjungan turis di Roswell NM. Tapi loaksi itu palsu dan alien disimpan di museum hanya untuk daya tarik turis saja.


Read more »»

Selasa, 23 Desember 2008

Hati-hati Kecanduan Gula!

. Selasa, 23 Desember 2008
0 komentar

Tak hanya rokok yang bisa membuat Anda kecanduan. Ternyata sebuah penelitian membuktikan, kalau gula juga bisa menjadi candu bagi siapapun.


Gula ternyata bisa bertindak bak heroin. Gula bisa menjadi candu ketika pemakaiannya tidak tepat. Mengatasi kelaparan dengan mengkonsumsi gula merupakan awal terbentuknya perilaku kecanduan gula tersebut.

Hal itu dijelaskan oleh Bart Hoebel, seorang peneliti dari Universitas Princeton, Amerika Serikat. "Meminum air gula dalam jumlah yang banyak saat lapar dapat mengubah susunan saraf di otak," ujar Bart.

Penelitian yang dilakukannya memang dilakukan terhadap tikus. Namun, hal ini juga bisa diaplikasikan pada tubuh manusia.

Tikus kelaparan diberikan minuman bergula yang memiliki larutan serupa dengan soft drink. Hal itu dilakukan selama 12 jam per hari, tiga kali seminggu.

Hasilnya, tikus-tikus itu memilih untuk meminum air yang serupa dengan soft drink ketimbang makanan lain. Di situlah berbahayanya. Kebiasaan makan seperti itu mengubah saraf-saraf di otak tikus-tikus tersebut.

Setelah 3 minggu dilarang meminum larutan serupa, tikus-tikus tersebut menampilkan perilaku gelisah seperti seorang pecandu kehilangan morphinnya, atau seorang perokok kehilangan rokoknya.

Perilaku itu kemudian berkembang menjadi depresi dan rasa cemas yang tinggi. Bart pun menyarankan untuk selalu makan dengan komposisi yang seimbang. Karena ternyata, beberapa bahan makanan pun bisa mengakibatkan kerusakan saraf di otak. Pola makan sehat sangatlah dianjurkan untuk mencegah perilaku kecanduan gula ini.

Baca juga:
Tertarik Kirim Pesan Dengan Alien?
Wow! Seorang Wanita Lahirkan 18 orang anak
Bersin? Mungkin Anda sedang Mikir Seks
Sinterklas Antar Hadiah dalam Semalam?
Serbuan Email Spam semakin Gencar
Piagam HKI, Jaminan legalitas Software
Chrome -Jawaban Google untuk Browser Masa Depan
Solusi Dongkrak Kerja Notebook
100 Freeware Terbaik
Microsoft Turut Ramaikan Pasar Keyboard
YouTube perketat Konten Dewasa

4 tool Gartis mengembalikan SMS yang hilang

12 Kesalahan Sehingga Blog di Jauhi Serach Engine

Friendster VS Facebook


Read more »»

Senin, 22 Desember 2008

Ditemukan, Sketsa di Karya da Vinci

. Senin, 22 Desember 2008
0 komentar

Peneliti telah menemukan tiga sketsa yang sebelumnya tidak diketahui, di belakang lukisan Leonardo da Vinci. Penemuan sketsa ini setelah dilakukan pengamatan lebih dalam menggunakan inframerah.


Museum Louvre di Paris mengatakan sketsa itu menggambarkan kepala kuda, sebagian tengkorak, serta bayi Yesus bersama dengan domba. Peneliti menggunakan kamera inframerah untuk menemukan sketsa itu dibelakang lukisan "The Virgin and Child with Saint Anne."

Museum Louvre mengatakan sketsa itu merupakan gaya Leonardo. Tapi peneliti masih terus memperlajari apakah sketsa itu benar-benar dibuat oleh Leonardo.

Sketsa itu sendiri tidak tampak jika dilihat dengan mata telanjang.

Sketsa muncul saat dilakukan petelitian lebih dalam mengenai lukisan itu menggunakan kamera inframerah. Penelitian menemukan pigmen berbahan karbon dan sering digunakan untuk menggambar sketsa.

Read more »»

Sabtu, 20 Desember 2008

80 Persen Otak Anak Berkembang di Usia Emas

. Sabtu, 20 Desember 2008
0 komentar

SEKITAR 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan "golden age", atau masa-masa keemasan, usia 0 hingga lima tahun. Pada masa-masa tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh berkembangnya otak

Menurut Psikolog Anak, Desni Yuniarni, masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk.

"Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang," ujarnya.

Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Namun, orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar.

"Yang penting kita sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya," kata Desni.

Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis.

"Lebih baik televisi dimatikan saja agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton, usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita," ujarnya.

Ia juga berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu singkat untuk berkumpul dengan anak-anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan harus tetap meluangkan waktu untuk sang buah hati.

Baca Juga:
Tertarik Kirim Pesan Dengan Alien?
Wow! Seorang Wanita Lahirkan 18 orang anak
Bersin? Mungkin Anda sedang Mikir Seks
Sinterklas Antar Hadiah dalam Semalam?
Serbuan Email Spam semakin Gencar
Piagam HKI, Jaminan legalitas Software
Chrome -Jawaban Google untuk Browser Masa Depan
Solusi Dongkrak Kerja Notebook
100 Freeware Terbaik
Microsoft Turut Ramaikan Pasar Keyboard
YouTube perketat Konten Dewasa

"Jika tidak memanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal," katanya.

Read more »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com